Postingan

Deklarasi Suara Hati

haruskah aku deklarasikan suara hati ini? suara hati di mana aku merasakan kekecewaan yang amat sangat mendalam. suara hati di mana tubuhku melemah setiap menyaksikan pandangan itu. suara hati di mana telingaku panas setiap mendengar namanya. suara hati di mana nyawaku hampir tak berada di raga ini. haruskan aku deklarasikan kekecewaan ini? jujur, aku baru merasakan kehadiranmu sebagai seorang kakak. seorang kakak yang menyayangi adiknya, memberinya nasihat, menegurnyaa ketika salah, tersenyum bangga, tertawa, dan kehangatan lainnya. namun, aku harus sadar, bahwa kau tak selamanya berada di sisiku. ada saatnya kau menjadi pembimbing bagi wanitamu. AKU TAK SIAP AKAN HAL ITU!! kau bilang, "kita tak ada hubungan apa-apa". kau bilang, "aku akan menikah ketika kau sudah bekerja". kau bilang, "aku jadi tak enak hati. ibu menolak, kau juga menolak". namun, ketika aku melihat kau memanggilnya "sayang", hancur sudah reputasiku. maaf saja. bukan aku...

Tumpukan Tulisan Berdebu

Bu, aku rindu padamu. Entah berapa lama aku mengabaikanmu. bukan, aku bukan mengabaikanmu. kekuatanku mengalirkan kata-kata hilang entah sejak kapan. aku ingin kekuatanku kembali. aku jauh tertinggal dari teman-temanku. mereka yang dulu bersama-sama bertekad ingin menjadi seorang penulis. aah, entahlah. aku merasa jauh tertinggal. apakah benar? teman, maukan kau menungguku bangkit kembali? bu, kau masih kenal aku, kan? gadis yang selalu menunduk ketita berjalan. gadis pemalu yang tak berani menyuarakan isi hatinya. gadis yang tampak ketakutan ketika ada yang mendekati. ya, itu aku. aku tidak banyak berubah, kurasa. aku yang dulu memakai seragam yang sama sepanjang minggu. kau lihat sekarang. aku bisa mengganti pakaianku semauku. tapi percayalah, aku tetaplah aku yang kau kenal beberapa tahun lalu. aku ingin menceritakan suatu hal menyakitkan. kau pasti sudah kenyang dengan cerita sedihku. tapi kumohon, hanya kau yang bisa menerimanya. aku tak butuh kau memberiku saran...